Kamis, 28 Mei 2015
Dan lagi-lagi
terulang, keterlambatan sejak pertemuan pertama di Lawson selalu terulang dalam
kondisi yang sama. Janji yang harusnya ditepati pada pukul 07.00 WIB berubah
seketika menjadi 08.00 WIB. Ya sudahlah. Sudah terlewatkan pun.
Aku tak melihat Elsa.
Anak perempuan yang aku ajari menggambar dan mewarnai terakhir kali aku datang.
Sebelum aku pulang, ia sempat menangis karena di kerjai Ayu. Aku penasaran apa
yang terjadi setelah aku pulang. Namun semua pertanyaan itu hanya berubah
menjadi misteri yang tak pernah terpecahkan.
Hari ini aku
mengajari Natali dan temannya matematika. Mereka sama-sama kelas 4. Tapi
kemampuan mereka jauh berbeda. Natalia agak kurang dalam matematika sementara temannya
begitu pintar. Ditengah-tengah penjelasan ku kepada mereka mengenai matematika,
datang seorang anak laki-laki menanyakan hal yang sama. Untung saja mereka
hampir selesai, jadi aku bisa mengajarinya ulang.
Ada seorang anak
yang menarik perhatian ku pada hari itu. Bukan karena ia berlarian kesana
kemari ataupun meminta ku mengajarinya. Melainkan seorang anak yang berada di
sebuah ranjang didekat pintu masuk.
Sayangnya, aku tidak
begitu mengingat namanya. Ia belum lama tertabrak kendaraan roda 4 yang
melanggar lalu lintas. Padahal anak itu berada di trotoar. Ku dengar kakinya
patah karena kecelakaan itu, sungguh malang nasibnya. Tapi anak itu jago sekali
menggambar, ia menggambar lebih bagus dari anak lainnya pada umumnya dan
setingkat dengan gambar anak DKV yang biasanya aku lihat dikampus. Aku harap
anak itu dapat lekas sembuh.
Tidak ada anak yang
mau cacat tentu saja. Perbedaan antara sebuah kenyataan dan mimpi. Kenyataan
adalah sebuah kejujuran yang terjadi di dunia nyata sedangkan mimpi adalah
sebuah angan bagi setiap orang yang menginginkan nya. Aku harap semua anak
disini dapat meraih mimpinya meskipun harus melewati kenyataan sesusah apapun.



No comments:
Post a Comment